Destinasi Wisata Gumuk Pasir Di Yogyakarta

Secara gegrafis Wilayah gumuk pasir memiliki tiga zona. Zona terbatas, seluas 95,3 hektar dimaksudkan destinasi pariwisata yng di fasilitasi secara umum, perdagangan dan jasa dan permukiman dengan kepadatan moderat. Kemudian zona inti, seluas 141,1 hektar. Sedangkan zona dukungan, pemanfaatan kantor, hutan pantai, pariwisata, tanaman hortikultura, perdagangan dan jasa.

Priyadi menambahkan, di masa depan, itu akan mengundang masyarakat untuk menjadi panduan wisata alam. Akan dimasukkan berbagai cerita dari alam sekitarnya. Misalnya ada batu hitam di tengah Parangkusumo pasir, air panas, munculnya gumuk pasir, dan sebagainya. Gumuk pasir di daerah pesisir selatan Kabupaten Bantul akan dikembalikan. Wilayah ini akan menjadi Museum bukit pasir alam dan dibersihkan dari bangunan dan tanaman, serta tambak udang.

Kepala Badan Informasi Geospasial, Dr Priyadi Kardono setelah audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di Kepatihan, Rabu (2015/08/12), mengatakan pelantikan museum akan didahului dengan pemberian penanda atau gundukan pasir batas area pada 11 September 2015 mendatang.

Rencanaya, memberikan pasak akan dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Menteri Riset dan Teknologi. “Bukit pasir akan pemulihan kita dan menjadi destinasi wisata masa depan. Tanaman yang tidak perlu dicabutin semua, termasuk rumah,” katanya. Priyadi mengatakan, kawasan akan membersihkan gumuk pasir dari tanaman atau bangunan. Hal ini juga telah meminta Sultan untuk diteruskan ke Bupati sehingga rumah yang ada saat ini akan dipindahkan. Sehingga wilayah ini hanya bidang pasir.

Karena, kata dia, gumuk pasir yang datang dari selatan dan dibawa oleh angin untuk membentuk bukit pasir. Daerah pantai maka seharusnya tidak ada hambatan, baik bangunan atau tanaman. “Dalam rangka untuk membentuk gumuk pasir angin lagi seperti dulu. Mulai 11 pasang taruhan September mendatang, restorasi setelahitu baru kami semua untuk bisa datang kembali dengan cara yang sama lagi,” katanya.

Sementara jalan yang menghubungkan antara Parangtritis dengan Pantai Depok, menurut Priyadi, tidak ada masalah. Untuk jalan beraspal kadang-kadang ditutupi dengan pasir dengan sendirinya. Sejauh ini, telah ada pasak, tetapi tidak jelas. Sehingga muncul bangunan-bangunan publik didirikan tanpa izin. Bahkan, ada orang-orang yang melakukan reboisasi, untuk membuat tambak udang dan sebagainya.

Advertisements

About apatour

Mengenali Tentang Pulau Tidung Kepulauan Seribu.
This entry was posted in Wisata and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s